2/09/2015

"Sebuah Kebanggan Bisa Kuliah di Pulau Jawa"

Yogyakarta, beberapa bulan setelah ospek di tahun 2014

Jujur, gue baru sadar orang jawa itu kejam. Maksud gue disini bukan menjelek-jelekkan suku tertentu, bukan juga bermaksud menyinggung SARA. Yang gue maksud orang jawa adalah orang-orang yang tinggal di pulau jawa, termasuk gue...

Kenapa gue bisa bilang orang jawa kejam? Apakah ada kaitannya dengan orang-orang di luar jawa?

Jawabannya iya. Gue ngerasa gue kejam sama mereka-mereka yang tinggal di luar jawa. Di sini yang bakal gue bahas sadalah oal pendidikan.

"Selepas SMA, gue udah punya tekad mau lanjut di PTN favorit di provinsi gue, atau provinsi lain di jawa. Temen-temen gue pun berpikiran sama. Kebanyakan dari mereka berminat di PTN favorit di provinsi kecil deket provinsi asal gue (karena jaraknya paling deket). Selebihnya dari mereka berpencar dari ujung banten sampe ujung madura. Karena sekolah gue termasuk favorit di kabupaten, jadi otomatis banyak dong yang diterima di PTN lewat jalur SNMPTN."

Yang gue ambil dari pengalaman gue sama seluruh temen-temen dari SMA gue, dari mereka semua ga ada satu pun yang ambil PTN di luar jawa! Nah, ini mulai masuk klimaks nih. Kenapa? Mungkin alasan yang pasti yaitu jauh, tapi alasan yang lebih logis lagi, mohon maaf sebelumnya, sekolah di luar jawa itu kualitasnya kurang! Gue jujur lho! Bener kan?
Sekolah-sekolah di luar jawa umumnya memang jelek dari segi kualitas. Entah karena pemerintah yang kurang memperhatikan kualitas pendidikan, atau karena alasan lain.

Gue sekarang kuliah di provinsi kecil deket provinsi asal gue. Kampus gue bukan kampus negeri, bukan PTN favorit yang masuk daftar target temen-temen SMA. Gue kuliah di sini pun bisa dibilang terpaksa. Gue bolak-balik daftar sana daftar sini, lewat berbagai jalur, baik resmi atau tidak resmi (?), tapi apa hasilnya? Nihil! Jodoh gue bukan di perguruan tinggi negeri. Udah, itu aja kesimpulannya!
Di sini gue bisa dibilang terdampar, karena anak dari SMA gue yang masuk disini pun cuma 3 orang. Ketiganya terpencar di fakultas yang berbeda. Nah, sama kasusnya seperti gue, temen SMA gue ini pun masuk (PTS) sini karena ini adalah plan ke-entah berapa-nya setelah ditolak di berbagai PTN.

Gue ngerasa sial banget. Kebanyakan anak di sini berasal dari SMA swasta di provinsi yang sama, sisanya mungkin anak-anak yang terdampar seperti gue. Menurut kami sekumpulan anak-anak SMA negeri, mereka para anak-anak dari sekolah swasta gak selevel lah sama kita. Selain itu banyak juga anak-anak dari luar jawa. Gue semakin berpikiran buruk sama kampus ini. "Duh, busuk banget gue terdampar di sini. Mana anak-anaknya keliatan manja plus bego-bego lagi. Pasti mereka cuma bisa dandan sama ngabisin uang doang!" Itu pola pikir gue saat itu..."

Tapi semua anggapan buruk gue musnah...

Gue kenalan sama beberapa anak, termasuk anak dari luar jawa. Gue tanya kenapa dia mau kuliah jauh-jauh di sini. Dan kalian tau apa jawaban dia? kuliah di sini itu impian dia! Bagi dia bisa sekolah di pulau jawa –meskipun swasta- saja sudah sangat hebat! Apalagi diterima di fakultas bergengsi!

Dia cerita panjang lebar, tentang semua perjuangannya masuk sini setelah tes berkali-kali, namun belum berhasil, dan akhirnya harus mengulang tahun depan, menunggu satu tahun di kota ini sambil les segala macam, baru akhirnya ia diterima.

Gue juga sempet nanya ke beberapa temen lain dari luar jawa. Kebanyakan jawaban mereka kurang lebih sama kaya jawaban temen gue tadi. Ga banyak temen-temen mereka dari kampung halaman yang bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik di Jawa. Bagi mereka, bisa melanjutkan sekolah di pulau jawa (entah sekolah manapun) adalah sesuatu yang sangat berharga, terhormat dalam keluarga. Sedangkan gue...

Di sisi ini gue ngerasa paling bego, tapi di sisi lain gue ngerasa jadi orang paling beruntung. Temen-temen gue di sini, sebelumnya harus ditolak berkali-kali hingga akhirnya bisa diterima. Sementara gue, cukup ditolak sekali (adaptasi soal ujian masuk) dan selanjutnya gue diterima tanpa syarat! Jadi menurut lo gue beruntung atau tidak?

Buat info aja, gue sekolah di kedokteran umum. Secara umum, sekolah di jurusan ini perlu waktu kurang lebih 6 tahun lebih buat bener-bener terjun jadi dokter di masyarakat. Padahal temen gue ada yang baru bisa masuk setelah tertolak selama 3 tahun. Bisa lo bayangin kan seberapa ngebetnya dia jadi dokter? Dan bisa lo bayangin juga, seberapa tuanya dia setelah 6 tahun dia menempuh pendidikannya? Umur 26 tahun dia baru fresh graduate! Umur segitu baru bisa jadi dokter! Gue sih kasian kalo gara-gara kuliahnya dia jadi nunda nikah..

Gue harap dengan adanya tulisan ini, lo yang pada tinggal di Jawa kudu bersyukur, karena mereka diluar sana ga seberuntung lo dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan, sesopan anak kecil lugu yang baru belajar kesopanan